Tampilkan postingan dengan label Fenomena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fenomena. Tampilkan semua postingan

Area 51 yang sangat Misterius

Posted by Unknown Rabu, 30 Mei 2012 0 komentar
Pusat penelitian adalah merupakan tempat para ilmuwan melakukan kegiatan riset yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan perangkat pendukung yang dibutuhkan guna tercapainya sasaran dan tujuan suatu penelitian. Pada umumnya setiap negara maju ataupun sedang berkembang sangat berkepentingan untuk memiliki suatu pusat penelitian .

K emajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di suatu negara, juga sangat ditentukan oleh hasil-hasil penelitian yang dikembangkan oleh negara bersangkutan. Seperti Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) Serpong, adalah pusat penelitian yang dimiliki Indonesia . Di dalam area ini terdapat banyak sekali fasilitas-fasilitas penelitian dalam naungan institusi pemerintah, seperti LIPI, BATAN, BPPT, LAPAN, yang terus meneliti dan mengembangkan iptek dengan tujuan damai.

Dari sekian banyak pusat penelitian yang terkenal di dunia internasional, adalah Area 51, merupakan fasilitas pengembangan dan pengujian militer yang sangat rahasia (top secret), yang dioperasikan oleh angkatan Udara Amerika Serikat. Area 51 berlokasi di dalam daerah pelatihan dan pengujian Nevada . Lokasi Area 51 berada di Lincoln Country berjarak 115,5 km sebelah utara Las Vegas dengan luas berkisar 103 kilometer persegi.

Area 51 didirikan pada tahun 1955 yang pada awalnya diperuntukkan melakukan pengujian pengembangan pesawat mata-mata Amerika Serikat Seri U-2 yang baru diciptakan. Pesawat U-2 dapat terbang sampai ketinggian 70.000 kaki. Selama operasinya U-2 telah secara bebas terbang di atas wilayah Uni Sovyet sampai akhirnya satu pesawat U-2 tertembak jatuh pada tahun 1960. Akhirnya U-2 dicat berwarna hitam pada tahun 1960-an. Sedangkan untuk mengelabuhi seolah-olah adanya penampakan benda angkasa yang tak dikenal biasa disebut UFO (Unditified Flying Object), beberapa U-2 dicat dengan warna silver mengkilat. Sejak itu Area 51 terus berkembang dan digunakan untuk berbagai pengembangan suatu proyek yang disebut sebagai Proyek Hitam (Black Project) yang terdiri dari pesawat seri Blackbird, seri Stealth Fighter dan seri Stealth Boomber. Seri Blackbird merupakan kelanjutan dari seri U-2 yang dimulai tahun 1962 dengan rancangan tipe A-12 dan SR-71. Sebagai contoh, tipe SR-71 memiliki kecepatan jelajah mencapai 3500 km/jam dengan ketinggian efektif jelajah 4830 km.

Seri Stealth Fighter merupakan pesawat tempur siluman pertama yang dirancang pada akhir tahun 1970-an. Pesawat ini sangat baik sekali beroperasi di malam hari. Tipe yang sangat dikenal adalah F-117 Nighthawk. Seri Stealth atau siluman merupakan suatu ide agar pesawat terbebas dari pantauan radar. Kecepatan jelajah pesawat ini berkisar 1040 km/jam dengan ketinggian yang baik sejauh 2110 km. Prestasi operasinya telah diperlihatkan pada perang teluk dan masih ditugaskan untuk melaksanakan target-target yang telah matang.

Seri Stealth Boomber merupakan kelanjutan pesawat siluman dari Seri Stealth Fighter yang telah dikembangkan secara luas. Seri pesawat siluman yang dikenal ini adalah tipe Black Manta dan B2. Daya jelajah lebih cepat dan lebih susah ditangkap radar dari pada seri Stealth Fighter. Walau pun demikian, strategi penyerangannya masih tergantung pada informasi dari target. 

Saat ini proyek masa depannya ditujukkan untuk mengembangkan teknologi anti radar (Stealth Technology), pesawat pengintai tak berawak (UAVs or unmanned aerial vehicles) dan pesawat tempur (UCAVs, unmanned combat aerial vehicles), memungkinkan dapat menjelajah dengan kecepatan tinggi pada daerah jelajah yang sangat tinggi yang dikenal sebagai “ AURORA ”. Karena pesawat-pesawat ini tak berawak, maka pesawat ini dipercaya dapat digerakkan dengan kecepatan yang sangat dahsyat,. Dengan kata lain, manusialah yang benar-benar dapat membuat benda angkasa yang tak dikenal itu. Bersamaan dengan itu muncul lagi ide pengembangan pesawat angkasa X-33 yang secara teknologi belum dilakukan pengujian. Akan tetapi pesawat angkasa X-33 telah diyakini akan menjadi versi Aurora yang bersifat PUTIH (untuk kepentingan kedamaian).

Sejalan dengan penelitian pesawat tempur yang canggih, diperoleh pula data-data tentang adanya kehadiran mahluk angkasa yang menuju Bumi, yang lebih dikenal dengan nama Alien. Akhirnya sampailah kita pada suatu pertanyaan seberapa besar kemungkinan keberadaan Alien di alam semesta ini. Untuk hal itu, Area 51 telah terlibat dalam penyelidikan teknologi Alien. Berdasarkan isu yang santer dan dipercaya oleh banyak pakar, bahwa tim Area 51 telah menemukan dan menyelidiki secara rahasia reruntuhan UFO yang ditemukan di daerah Roswell, negara bagian New Mexico, Amerika Serikat, tahun 1947. Walau pun belum terdapat pembuktian yang jelas, beberapa pakar luar telah menduga bahwa ilmuwan Area 51 diklaim memiliki dan merawat satu mahluk Alien di suatu tempat yang sangat rahasia. Klaim tersebut diperkuat dengan pengakuan Bob Lazar seorang fisikawan, pada tahun 1989 bahwa dia telah bekerja disalah satu tempat penelitian yang berada pada daerah selatan Area 51 dan mengklaim bahwa Area 51 telah melakukan pengujian pesawat terbang yang luar biasa canggihnya dan juga telah melakukan komunikasi dengan Alien.

Keberadaan Alien di Area 51 ini menimbulkan suatu teori konspirasi yang merupakan hasil pengumpulan data dari reruntuhan pesawat Alien yang jatuh di Roswell dan pengakuan Bob Lazar pernah terlibat pada kegiatan tersebut, seperti pertemuan atau kontak dengan keadaan di angkasa dengan menggunakan peralatan secukupnya, pengembangan senjata berenergi sangat tinggi dan kegiatan-kegiatan yang secara luas di seluruh dunia. Berdasarkan isu yang beredar kegiatan teori konspirasi ini dilakukan di Danau Groom yang berada di sekitar lokasi Area 51. Namun sampai sejauh ini belum ada suatu penjelasan ilmiah yang gamblang dalam menjelaskan keberadaan Alien yang sesungguhnya. Usaha yang bisa dilakukan adalah mengumpulkan data berupa laporan dan foto UFO hasil jepretan amatir. 





Baca Selengkapnya ....

10 Tempat Terahasia di Dunia

Posted by Unknown Minggu, 06 Mei 2012 0 komentar

Didunia ini banyak tempat tempat yang masih di dirahasiakan dari publik, sudah pasti kenapa di rahasiakan pastinya tempat ini menyimpan segudang rahasia yang memang tidak boleh di ungkapkan mau tau tempat apa saja itu yang sangat dirahasiakan di dunia simak 10 Tempat Paling Rahasia di Dunia.
1. Moscow Metro-2 – Rusia
Moscow Metro-2 di Rusia adalah sistem kota bawah tanah terbesar di dunia. Kota ini dibangun di era Stalin. Kota ini sangat rahasia, bahkan wartawan yang ingin meliput berita tentang tempat ini selalu ditolak oleh pemerintah. Tempat ini adalah tempat yang sangat rahasia karena tidak ada yang mengkonfirmasi tentang keberadaan kota ini. duagan kota bwah tanah ini di bagun untuk berlindung para pemimpin rusia dari serangan nuklir saat perang nuklir, selain itu kota bawah tanah ini menghubungkan tempat tempat setrategis milik pemerintah rusia.
2. Club 33 – United States
Disneyland adalah tempat hiburan bagi anak-anak dan orang dewasa. Semua tempat di Disneyland adalah boleh dikunjungi oleh siapa saja, tapi tidak untuk klub 33 ini. Tidak mudah untuk memasuki Klub ini, selain keamanan yang sangat ketat di sini juga menggunakan Screen Finger. Menjadi anggota di klub ini tidak mudah dan sangat mahal, Pendaftaran membutuhkan $ 10-30 ribu. Anda juga harus menunggu selama 14 tahun untuk menjadi daftar tunggu.
3. RAF Menwith Hill – United States
RAF Menwith Hill adalah sebuah pangkalan militer dengan koneksi ke jaringan mata-mata global, ECHELON. Tempat ini berisi berbagai stasiun bawah tanah dan satelit yang diklaim sebagai stasiun pemantauan elektronik terbesar di dunia. Daerah yang terletak di Jalan Skipton A59, sekitar sembilan mil barat Harrogate di North Yorkshire dan menempati sekitar satu Moorland mil persegi. Tempat ini dibangun oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Dulunya tempat ini diguanakan untuk memeatatmatai semua komunikasi digital uni sofiet namun sekarang tempat ini lebih digunakan untuk mencari informasi tentang terorisme, sindikat obat obatan dan lainya.
4. White Gentlemen’s Club – United Kingdom
Tempat ini merupakan tempat bagi orang-orang khusus di Inggris, didirikan oleh Bianco Francesco berkebangsaan Italia di tahun 1693. Tujuan awal didirikannya tempat ini adalah sebagai tempat untuk menikmati cokelat panas, tapi akhirnya menjadi khas dan eksklusif karena rahasia. Dan sekarang tempat ini terkenal dengan permainan judi yang aneh, seperti hanya £ 3000 untuk menebak tetes hujan pertama yang berasal dari jendela. Syarat bagi orang yang ingin bergabung dengan klub ini adalah mereka dapat bergabung jika diundang dan disetujui oleh 2 anggota lain.
5. Area 51 – United States
Area 51 atau lebih dikenal sebagai US Air Force Flight Test Center dan juga nama samaran lainnya seperti Dreamland, Watertown Strip, Paradise Ranch, The Farm, The Box, Croom Danau, serta Directorate for Development Plans Area adalah sebuah wilayah terpencil di selatan Nevada, yang dimiliki oleh Amerika Serikat, digunakan sebagai pusat pembangunan rahasia dan percobaan pesawat – pesawat tempur generasi baru. Daerah ini juga sangat terkenal karena diduga sebagai pusat penelitian UFO yang sampai sekarang dianggap sebagai salah satu teori konspirasi yang belum terungkap.
6. Room 39 – North Korea
Room 39 ini adalah satu-satunya tempat di mana ilegal sepenuhnya didukung oleh negara dan berada dalam suatu negara. Diproyeksikan sebagai salah satu organisasi rahasia di Korea yang mencari cara untuk memperoleh devisa untuk Kim Jong-il. Kamar ini didirikan pada tahun 1970 dan tidak tahu di mana nama Room 39 berasal. Room 39 menggunakan 10-20 rekening bank yang berada di Cina dan di Swiss yang bertujuan untuk pemalsuan, pencucian uang dan aktivitas ilegal. Tempat ini juga diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba dan penjualan senjata. Korea Utara telah membantah terlibat dalam berbagai kegiatan ilegal terkait Room 39 ini.
7. Ise Grand Shrine – Japan
Tempat adalah kuil yang paling suci di Jepang. Tempat ini didedikasikan untuk Amaterasu (dewi matahari) dan telah dibangun sejak 4 SM. Kuil yang diyakini sebagai tempat menyimpan beberapa dokumen dan beberapa item penting kekaisaran Jepang, salah satunya adalah Naik?. Ise Grand Shine dibongkar dan dibangun kembali setiap 20 tahun sekali atas gagasan Shinto (berikutnya tahun 2013). Tempat ini sangat sangat sulit untuk dikunjungi, kecuali orang yang menjadi anggota keluarga kekaisaran.
8. Mount Weather Emergency Operations Center – United States
Tempat ini berlokasi di Virginia digunakan sebagai pusat usaha untuk Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA). Mengapa tempat ini sanga rahasia? Itu dikarenakan tempat ini memiliki sebuah sistem dimana frekuensi yang sangat tinggi yang menghubungkan sebagian besar lembaga keselamatan publik dan pemerintah federal militer AS dengan sebagian besar negara.
9. Mezhgorye – Rusia
Mezhgorye adalah sebuah kota tertutup di Rusia yang berlokasi di Gunung Yamantau, kota yang didirikan pada tahun 1979 terletak di ketinggian 1640 m, kota ini dicurigai oleh AS sebagai tempat rahasia untuk pengembangan senjata nuklir Rusia. Proyek-proyek besar mulai diamati oleh satelit AS pada tahun 1990. AS meminta laporan dari pihak Rusia tentang tempat ini, tetapi Rusia menyangkal bahwa ini adalah tempat rahasia, mereka mengatakan itu hanya lokasi tambang.
10. Vatican Secret Archives – Vatican
Pusat pengarsipan vatikan merupakan tempat penyimpanan dokumen dokumen rahasia vatikan, tempat ini di pimpin o oleh seorang kardinal  Perpustakaan Vatikan gedung ini sangat tertutup dan rahasia.
Gedung ini boleh di masuki oleh orang umum untuk keperluan ilmu pengetahuan namun harus dengan seizin paus, walau pun boleh masuk kedalam ruangan namun pengunjung tidak di perkenankan menyetuh barang yang ada di dalam nya jika ingin mencari arsip mereka harus meriquest terlebihdahulu ke pengelola gedung.

Baca Selengkapnya ....

Sains : Para Pemburu Topan

Posted by Unknown 0 komentar
Pemburu Topan 
   mereka yang ngebet masuk di Dalam topan adalah para pemburu topan. Ada 5-6 Orang di Dalam tim itu. Mereka terdiri dari Pilot, kru Pesawat, dan ahli Cuaca. Mereka berusaha untuk melacak munculnya topan dan menembus masuk dalam pusatnya. Tujuan nya untuk meneliti secara lebih detail.



Mata Topan
  Begitu menemukan topan. para pemburu  topan akan menaikkan pesawat hingga di atas topan. Mereka akan mencari mata topan itu, yakni bagian pusat topan. Setelah itu, mereka arahkan pesawat masuk ke sana. Pada mulanya, pesawat akan tergoncang sangat hebat. Namun, begitu masuk dalam pusat topan, tak ada lagi goncangan. Bahkan, konon, pesawat dapat terbang dengan nyaman. Di dalam topan itulah ahli Cuaca mulai melakukan penelitiannya. Sekali terbang mereka bisa menghabiskan waktu 11 sampai 12 Jam. Sebagian besar waktunya dihabiskan dalam turbalance, Guncangan hebat.



Mengenal Topan
  Para ahli meneliti ini nekat masuk dalam topan untuk mengumpulkan data yang lebih lengkap tentang topan. Merekan menggunakan GPS dropsonde. Dropsonde dapat mengumpulkan data tentang arah dan kecepatan angin, tekanan suhu, dan kelembaban. Data ini kelak digabungkan dengan data Satelit. Dengan begitu, para peneliti dapat mengenal topan dengan lebih baik. Dengan Mengenalnya, mereka bisa membuat persiapan jika ada tanda - tanda topan bakal Muncul

Baca Selengkapnya ....

Komputer Super coba Sibak Misteri Terbentuknya Semesta

Posted by Unknown Sabtu, 07 April 2012 0 komentar

IBM bekerja sama dengan para astronom di Belanda mengembangkan sebuah sistem komputer canggih. Tujuannya untuk menganalisis sejumlah besar data dari teleskop generasi masa depan yang akan membantu mengungkap rahasia terbentuknya alam semesta.

IBM dan Netherlands Institute for Radio Astronomy (Astron) mengumumkan rencana proyek komputer super berjangka waktu lima tahun tersebut dengan dana 33 miliar euro. Proyek itu dinamakan Dome.

Komputer bersangkutan akan menganalisis data dari Square Kilometre Array (SKA), sebuah teleskop radio paling powerful di dunia. Rencananya, teleskop itu akan selesai dan beroperasi di tahun 2024.

"Jika Anda mengambil trafik internet global harian dan menggandakannya jadi dua, Anda ada dalam range data yang akan dikoleksi teleskop radio SKA setiap hari. Ini adalah analisis data besar ekstrim," ucap Ton Engbersen dari IBM Research.

Proyek ini akan menciptakan sebuah komputer yang bisa memproses volume data raksasa tanpa mengkonsumsi begitu banyak energi. Teleskop SKA akan dipakai untuk mengeksplorasi galaksi dan sejarah semesta serta memetakan ruang angkasa yang diperkirakan berumur sekitar 13 miliar rahun.

Teleskop tersebut memerlukan storage data sampai 1.500 petabytes setiap tahunnya.

Baca Selengkapnya ....

Jalan Maut Huashan

Posted by Unknown Selasa, 27 Maret 2012 0 komentar

Gunung Huashan terletak di bagian selatan provinsi Shaanxi,Cina. Huashan merupakan salah satu dari lima gunung yang dianggap suci di Cina.

Pemandangan  Gunung Huashan luar biasa indah. Tak heran kalau setiap tahun, ribuan turis berkunjung ke sana. Di puncak - puncak gunung itu, terdapat kuil dan pavilun. Tetapi, untuk mencapai puncak gunung, para turis harus melewati jalan maut!. Bagaimana tidak? jalan itu berupa jalan setapak yang terbuat dari papan yang menempel ke dinding gunung. Sementara di sisinya, terbentang jurang yang sangat curam dan dalam.

Mereka juga harus melewati ceruk-ceruk tebing yang hanya cukup untuk dilintasi sepasang kaki.
Dan ssst,.... pengangannya hanya berupa rantai besi yang menempel di dinding gunung!Ck,ck,ck...

Baca Selengkapnya ....

Naga Terbang dari Kalimantan

Posted by Unknown 0 komentar

Kadal Terbang
Naga terbang sebenarnya kadal terbang. Disebut naga karena bentuknya mirip naga dalam dalam dongeng. makanya, kelompok kadal ini dinamai Draco. Dalam kelompok Draco, ada lebih dari 40 jenis kadal terbang. Naga ini mungil, panjang nya skitar 20cm.

Sayap Rusuk
Sayapnya sebenarnya perpanjangan tulang - tulang rusuknya. Diantara tulang -tulang itu terdapat kulit yang pipih. Tulang rusuk dan kulit itu bisa di bentangkan dan dilipat lagi, seperti sayap. Dengan sayapnya itu, si naga bisa terbang sejauh sekitar 9 meter.

Swiing!
Bagaimana caranya terbang? Pertama - tama, ia melompat terjun, tanpa membuka sayap nya dulu. Lalu, ketika kecepatannya sudah cukup , barulah sayapnya dibuka. Ekornya menjadi setir kendalinya.
Swiiing,... Meluncur di Udara!

Kecepatan Terbang
Kecepatan terbangnya tergantung dari lebar sayap dan besar badanya.
Contohnya, Draco Melanopogon bertubuh ringan dan bersayap lebar. Saat terbang, kecepatan nya rendah. Tetapi, gerakanya lincah. Semenatar Draco fimbriatus, bertubuh besar dan bersayap kecil. Kecepatan terbangnya tinggi, tetapi tidak lincah.

Baca Selengkapnya ....

Catatan Letusan Krakatau

Posted by Unknown Senin, 23 Januari 2012 0 komentar

Saat letusan Gunung Krakatau tahun 1883, teknik pendokumentasian canggih seperti sekarang belum ada. Sekalipun seismograf mulai dikembangkan, belum ada jaringan yang mendunia, apalagi seismograf yang beroperasi dalam radius 5.000 kilometer dari Krakatau ataupun teknologi satelit.
Rekaman suara, seperti telepon dan radio, telah ditemukan, tetapi belum digunakan di belahan timur dunia. Teknologi film sudah lahir, tetapi belum fleksibel dan mudah dibawa seperti saat ini. Keterbatasan ini membuat dokumentasi melalui tulisan lebih banyak tersedia. Korespondensi, jurnal, dan berita koran merupakan rekaman utama peristiwa letusan Krakatau.
Catatan-catatan dikumpulkan oleh Tom Simkin dan Richard S Fiske dalam bukunya, Krakatau 1883: The Volcanic Eruption and Its Effects. Sementara satu-satunya tulisan pribumi tentang letusan itu termuat dalam "Syair Lampung Karam" yang dialihaksarakan Suryadi Sunuri. Berikut beberapa ringkasan catatan tersebut.
Catatan Kapten Johan Lindeman yang membawa Kapal Governor General Loudon melalui Selat Sunda. Kapal berangkat dari Batavia membawa rombongan sebanyak 86 penumpang menuju  Krakatau.
Minggu, 26 Agustus 1883, kapal mulai dihujani abu dan batu apung. Angin mulai bertiup kencang dan kapal berjuang melewati Krakatau, lalu melepas jangkar di dekat Teluk Betung, Lampung. Senin, 27 Agustus, sekitar pukul 7 terlihat gelombang besar yang kemudian tumpah dan menyapu daratan. Dengan tenaga uap, kapal menuju Anyer, sementara hujan lumpur dan abu membuat lapisan tebal dan orang sulit bernapas. Suasana semakin gelap, dan pukul 10.30 pagi kegelapan total segelap malam menyelimuti. Disusul angin topan dan gelombang tinggi setinggi surga (langit) dan membuat orang-orang khawatir bakal terkubur gelombang, namun kapal terus melaju dengan kepala kapal menghadap ke gelombang. Sore hari, angin mereda. Kegelapan menyelimuti hingga subuh pukul 4 keesokan harinya, 28 Agustus. Hari itu, sekitar pukul 6.50 sore, sampai dengan selamat di Teluk Bantam. Dalam perjalanan pulang itu, terlihat bagian tengah Krakatau telah menghilang.
Laporan koran Java Bode. Senin 27 Agustus 1883, tiba-tiba, sekitar pukul 9, langit menjadi gelap. Orang-orang tidak bisa melihat dalam jarak dekat dan lilin-lilin pun dinyalakan. Abu mulai berjatuhan, sementara langit di bagian barat tampak cahaya kekuningan. Telegram pertama diterima dari Serang yang mengabarkan letusan Krakatau. Letusannya terdengar dan pijaran apinya terlihat pada malam hari di Serang. 28 Agustus 1883, dari Serang datang kabar kondisi hujan abu dan korban jiwa di Anyer.
GF Tydemann adalah seorang letnan kapal perang Koningin Emma der Nederlander. Tydemann menceritakan kedatangan tsunami. Pukul 9.30 pagi, kegelapan mulai menyelimuti. Tekanan udara di dalam kapal berubah drastis, menimbulkan tekanan aneh di telinga. Sementara itu, hujan abu semakin tebal. Bukan tekanan angin ternyata, melainkan tekanan air yang mengganggu kapal hingga pukul 12.00 siang. Air mulai naik dengan cepat sebelum sore hari. Begitu cepat dan tingginya sehingga segera menyapu bagian atas dermaga. Dan tiba-tiba air bergulung menuju permukiman, dari sana terdengar teriakan dan tangis ketakutan. Orang-orang dalam paniknya berusaha memanjat apa pun yang mengambang, ke kapal-kapal di dermaga, kapal uap pemerintah Siak, dan akhirya juga ke kapal Tydemann.
Satu-satunya kesaksian pribumi ditulis Muhammad Saleh dalam bentuk "Syair Lampung Karam". Ahli filologi dan dosen/peneliti di Universitas Leiden, Suryadi Sunuri, mengalihaksarakan naskah yang aslinya ditulis dalam bahasa Arab-Melayu (Jawi). Setelah meneliti syair itu, Suryadi berpendapat, pengarang menulis syair itu di Kampung Bengkulu yang kemudian dikenal sebagai Bencoolen Street di Singapura. Muhammad Saleh menyatakan datang dari Tanjung Karang, Lampung, dan mengaku menyaksikan langsung malapetaka akibat letusan Krakatau. Boleh jadi Saleh mengungsi ke Singapura lantaran bencana itu. Berikut penggalan syairnya yang menceritakan kedahsyatan letusan Krakatau:
….
Di dalam hal demikian peri,
Berbunyi meriam tiga kali,
Kerasnya itu tidak terperi,
Bertambah gentar seisi negeri.
Isi negeri sangat ketakutan,
Kerasnya bunyinya tiada tertahan,
Turunlah angin sertanya hujan,
Mengadang mata umat sekalian
Banyaklah lari membawa hartanya ,
Di dalam perahu, sampan, koleknya,
Dipukul gelombang hilang dianya
Harta, perahu, habis semuanya.

Baca Selengkapnya ....

Banjir Besar Berpotensi di 16 Provinsi

Posted by Unknown 0 komentar

Puncak musim hujan di wilayah Indonesia terjadi bulan Desember 2011 dan Januari 2012. Curah hujan akan menjadi salah satu faktor pemicu terjadi banjir, selain faktor lainnya seperti pendangkalan sungai dan kondisi lingkungan di hulu sungai.
Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), Sri Woro B. Harijono, dalam konferensi pers, mengatakan bahwa peningkatan curah hujan yang terjadi Desember dan Januari bisa meningkatkan potensi banjir di 16 propinsi.

Sejumlah 16 propinsi dengan potensi banjir tinggi pada Bulan desember 2011 adalah Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalsel, Kalteng, Kaltim, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.
DKI Jakarta tidak masuk dalam kawasan berpotensi banjir tinggi pada Desember 2011. Curah hujan di Jakarta sendiri selama bulan Desember 2011 tergolong sedang.
Bulan Januari 2012, sebanyak 15 propinsi berpotensi banjir tinggi. Propinsi tersebut adalah Sumatera Utara, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa timur, DKI Jakarta, Bali, NTT, NTB, Kalbar, Kalteng dan Kalsel.
Meski bisa memperkirakan bahwa daerah tertentu akan berpotensi banjir, namun BMKG tidak bisa memperkirakan hari hujan dan banjir tepatnya terjadi karena dinamisnya cuaca. "Untuk harian, baru bisa diperkirakan 3 hari sebelumnya," kata Sri Woro.
Sri Woro juga menegaskan, "curah hujan hanya salah satu faktor. Faktor lainnya ada penggundulan hutan di hulu, daerah aliran sungai, pengendapan di sungai dan sebagainya."
Untuk kota-kota di dataran rendah, seperti jakarta, Semarang dan Surabaya, rob akan mempengaruhi potensi banjir. "Jika curah hujan tinggi dan sedang ada rob, maka potensi banjir besar."
Curah hujan di Indonesia sebagai salah satu pemicu banjir dipengaruhi oleh tiga faktor utama, dinamika di Samudera pasifik, Samudera Hindia serta penguapan.

Baca Selengkapnya ....

Memahami Pergesaran Musim

Posted by Unknown 0 komentar

Ketentuan musim atau sistem penanggalan yang dikaitkan dengan kegiatan pertanian selama ini menjadi pedoman para petani. Kini, ketentuan musim yang dalam bahasa Jawa dikenal sebagai pranatamangsa bergeser seiring dengan perubahan iklim yang terjadi di dunia.
Sistem pranatamangsa tidak hanya dikenal di Jawa. Sistem ini juga dikenal di daerah lain, seperti Bali, dengan nama kerta masa. Orang-orang di Jerman pun mengenal sistem penanggalan tersebut sebagai Bauernkalendar (penanggalan untuk petani).
Penelitian terbaru yang dilakukan Sri Yuliyanto, Kristoko Dwi, dan Bistok Hasiholan Simanjuntak dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, mendapatkan, sistem pranatamangsa yang selama ini menjadi acuan para petani dalam bercocok tanam telah bergeser. Setelah dibandingkan dengan kondisi iklim, pranatamangsa yang terdiri dari 12 musim (mangsa) itu telah bergeser selama 30-60 hari dalam 30 tahun terakhir.
Simanjuntak, pengajar Fakultas Pertanian UKSW, menjelaskan, jika biasanya musim tanam dimulai pada November-Desember, kini saat terbaik untuk mulai tanam adalah pada Desember-Januari, saat curah hujan berada pada puncaknya.
"Kalau masih menggunakan pola lama, bisa terlalu awal. Kemungkinan besar terjadi gagal panen. Karena itu, pola tanam sebaiknya diubah," katanya.
Agrometeorologi
Penelitian dilakukan dengan menggabungkan agrometeorologi, pranatamangsa, dan citra satelit. Dengan melihat kontur geografis yang dipertemukan dengan data iklim, akan didapat beberapa data, seperti suhu udara, kelembaban udara, dan curah hujan di suatu daerah.

Variabel-variabel itu kemudian disajikan dalam perangkat lunak yang diberi nama Pranata Mangsa. Perangkat lunak itu menggunakan sistem learning vector quantization (LVQ) serta map alov untuk perencanaan pola tanam yang efektif.

Para peneliti menggunakan patokan pranatamangsa tahun 1969-1979 (oleh Daldjoeni) serta tahun 1979-1989 (oleh Sukardi) dan membandingkan dengan kondisi 10 tahun terakhir, yaitu tahun 2001-2010. Ternyata selain musim bergeser, kondisi curah hujan juga berkurang.

Yuliyanto menyebutkan, pada 30 tahun lalu puncak musim hujan berada pada mangsa keenam dengan curah hujan sebanyak 584 milimeter (mm), saat ini hanya 331 mm. Padahal, curah hujan yang paling baik untuk penanaman padi di atas 500 mm.

Sebetulnya pemerintah sudah memiliki penanggalan pertanian yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian. Namun, hal itu belum mengakomodasi wilayah yang lebih kecil. Kondisi setiap wilayah di tingkat kecamatan, bahkan kelurahan, bisa berbeda.

Perangkat lunak ini dapat menjawab kebutuhan itu. Setidaknya petani dapat mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menanam suatu komoditas pertanian sesuai dengan cuaca yang terjadi. Dengan catatan, lahan pertanian yang menggunakan sistem ini adalah lahan tadah hujan, bukan lahan irigasi teknis yang pasokan airnya terjamin.

Setiap bulan, administrator yang merupakan para penyuluh pertanian memperbarui data iklim secara online. Dari data iklim itu, perangkat lunak akan menyesuaikan dengan kategori-kategori yang ada, di antaranya apakah di suatu daerah bisa dimulai penanaman padi, padi yang tak membutuhkan banyak air, palawija, atau untuk menyiapkan lahan.

Untuk mangsa keenam yang berlangsung pada 9 November hingga 22 Desember, misalnya, di Kabupaten Boyolali ada 11 kecamatan yang bisa menanam padi, tiga kecamatan di daerah kering bisa menanam palawija, sedangkan tiga kecamatan lain dapat mulai mengolah tanah untuk persiapan tanam.

Ke depan, Yuliyanto mengatakan, sistem itu akan lebih disempurnakan dengan mendetailkan jenis komoditas. Untuk padi, misalnya, akan ditambahkan jenis padi apa yang paling tepat, demikian juga palawija, sehingga hasil yang didapat petani benar-benar maksimal.

Saat ini hambatan terbesar adalah minimnya data masa lalu yang dimiliki instansi-instansi terkait. Data iklim, misalnya, hanya ada dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Kelemahan sistem ini adalah wilayah penggunaannya masih terbatas di satu wilayah yang sudah diset sejak awal sehingga tidak bisa digunakan di lokasi lain secara otomatis. Jika ingin digunakan di wilayah lain, peneliti harus mengubah data-data yang dimasukkan.

Selain itu, setelah memulai diseminasi di Kabupaten Boyolali, didapati bahwa penyelenggara jasa internet (internet service provider/ISP) yang digunakan Pemkab Boyolali tidak dapat mengakses data peta sehingga untuk mengaplikasikan sistem ini harus dipastikan server yang digunakan mengakomodasi hal tersebut.
30 persen
Simanjuntak menyatakan, jika petani masih berpatokan pada sistem penanggalan lama, produktivitas bisa turun hingga 30 persen. Hal itu juga berlaku untuk sawah beririgasi teknis walaupun pasokan air tak bergantung pada curah hujan. Sebab, sinar matahari juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.
Sistem ini juga mengantisipasi terjadinya perubahan cuaca yang tidak menentu, seperti yang terjadi pada 2010, saat hujan terjadi hampir sepanjang tahun. Harapan para peneliti, dengan perangkat lunak itu, petani bisa lebih mengantisipasi segala kemungkinan sehingga risiko kegagalan dapat dikurangi.

Baca Selengkapnya ....

Sumber Pengetahuan ada di Krakatau

Posted by Unknown 0 komentar

Krakatau memang tak hanya berarti petaka dan kematian. Tukirin dan para ahli botani telah memberikan pelajaran bahwa Krakatau juga sumber pengetahuan penting bagi geologi, vulkanologi, hingga biologi. Tracey Louise Parish dari Universitas Utrecht, Belanda, menyebutkan, Krakatau merupakan sebuah kasus yang unik dan tak ternilai yang mengisahkan bagaimana penghancuran dan pemulihan kehidupan kembali di alam tropis yang kompleks.
Lebih istimewa lagi karena penghancuran dan pemulihan itu tercatat sedari awal. "Biografi Pulau Krakatau sangat lengkap. Terlengkap yang pernah dibuat di dunia ini. Hanya Krakatau, pulau yang sejak letusan dinyatakan steril selalu terdata secara reguler penambahan populasinya," kata Tukirin. "Dalam hal ini, kita harus berterima kasih kepada ilmuwan dunia, khususnya Belanda, yang mencatat sejak dini."
Selain itu, munculnya Anak Krakatau juga memberikan kesempatan sekali lagi kepada peneliti untuk membangun teori tentang suksesi ekologi dan kolonisasi di sebuah pulau yang muncul dari laut. Tumbuhnya Anak Krakatau juga memberikan pembelajaran bagaimana letusan-letusan itu memengaruhi arah suksesi di pulau lain sekitarnya.
Krakatau memberikan pelajaran tentang Bumi yang hidup dan terus tumbuh. Kelahiran dan kematian gunung api, lalu kebangkitan kembali ekologi di tabula rasa, adalah pokoknya.
Namun, sudahkah kita belajar?
Hidup berdamping dengan gunung api merupakan kemestian yang dialami masyarakat Nusantara sedari dulu. Diberkahi 129 gunung api aktif, atau 30 persen dari gunung api di dunia, tak memungkinkan kita menjauhinya Di balik ancaman dan petaka yang dikirimnya, gunung api menciptakan bentang alam Nusantara yang istimewa dan unik, selain juga kekayaan mineral dan panas bumi yang berlimpah. Namun, pertanyaan kuncinya adalah bagaimana siasat kita hidup berdampingan dengan gunung-gunung api itu?
"Selama ini kita baru sedikit mengetahui soal Anak Krakatau dan juga kaldera Proto Krakatau. Penelitian tentang hal ini masih sangat kurang," kata Sutikno Bronto, "Bahkan, masih banyak masyarakat yang tidak tahu keberadaan kaldera-kaldera tua itu."
Minimnya pengetahuan dasar tentang Krakatau ini membuat pengetahuan tentang potensi ancaman dari Anak Krakatau yang terus tumbuh membesar itu juga nyaris tidak ada. Bagaimana mau melakukan mitigasi bencana jika kita tak cukup pengetahuan tentangnya. "Semuanya bermuara pada minimnya dana dan perhatian ke soal-soal gunung api," keluh Surono.
Dia menceritakan, saat Anak Krakatau menggeliat di bulan Oktober 2001 itu, selama lebih dari dua minggu, pusat kontrol gunung api di kantornya kehilangan akses langsung terhadap perkembangan Anak Krakatau dan gunung-gunung api di seluruh Indonesia. "Sambungan satelit diputus karena tagihannya tidak dibayar," kata Surono. "Akhirnya kembali ke manual, perkembangan situasi gunung api dilaporkan lewat SMS, faks, dan telepon."
Surono juga menceritakan tentang kurangnya alat, petugas pemantauan, dan tenaga ahli yang menangani gunung api. "Belum semua gunung api terpantau. Kami terpaksa memilih mitigasi terhadap gunung api yang letusannya bisa berdampak besar terhadap masyarakat," katanya.
Setiap tenaga ahli di PVMBG, kata Surono, harus menangani minimal lima gunung api. "Ini kondisi sangat tidak ideal. Di Jepang, satu gunung api dikeroyok oleh puluhan ahli," katanya.
Bahkan, Singapura yang tak memiliki gunung api selangkah lebih maju dibandingkan Indonesia. Negara tetangga yang relatif aman dari bencana geologi ini memiliki pusat kajian tentang gunung api, Earth Observatory of Singapore, di bawah naungan Nanyang Technological University. "Beberapa ahli kita bergabung di sana," kata Surono. Ke depan, barangkali Indonesia harus belajar tentang gunung api dari Singapura.
Seperti penelitian geologi dan vulkanologi yang minim, perhatian di bidang botani juga sangat kurang. "Yang memanfaatkan Krakatau, laboratorium suksesi alam satu-satunya dan terlengkap, kebanyakan peneliti dan media asing," kata Tukirin.
Tukirin satu-satunya peneliti botani dari Indonesia, yang bertahan menekuni suksesi Krakatau. "Saya menjadi peneliti Krakatau awalnya karena kebetulan. Semua penelitian saya ke Krakatau sejak 1980-an tidak dibiayai Pemerintah Indonesia sepeser pun, tetapi nebeng dari penelitian universitas dan lembaga luar negeri," kata Tukirin, yang ke Krakatau minimal setahun sekali ini.
Kita memiliki keajaiban alam tiada duanya, tetapi tidak peduli. "Saat ke Oxford, ditanya saya meneliti Krakatau, profesor di sana langsung bilang, Krakatau selalu jadi rujukan dalam kuliah biogeografi. Di sekolah-sekolah di Jepang, pelajaran tentang suksesi primer juga selalu mengambil contoh Krakatau. Tapi, di Indonesia banyak yang tak paham soal keunikan Krakatau ini," katanya.
Senja mulai menjelang saat perahu kayu membelah gelombang, meninggalkan kehidupan dan kehijauan yang mulai pulih di tengah keterpencilan kompleks Krakatau. Tukirin sekali lagi menatap puncak Anak Krakatau yang mengepulkan asap tipis. "Semakin lama, pemulihan alam di Krakatau semakin sulit karena hutan di Jawa dan Sumatera yang menjadi sumber benih semakin hilang," ujarnya.
Kekhawatiran Tukirin perlahan mewujud. Perlahan-lahan bayangan kawasan pesisir Banten kian jelas dan membesar. Lampu-lampu hotel, perumahan, dan cerobong asap pabrik menyesaki pinggir pantai, tak menyisakan lagi ruang bagi hutan. Sepanjang kawasan yang pernah tersapu tsunami letusan Krakatau itu kini penuh sesak dengan manusia.
Hampir malam saat kami tiba di Pantai Carita-Anyer, debur ombak memecah pantai. Angin sepoi-sepoi. Nun jauh, dalam samar, Anak Krakatau berdiam diri di tengah laut. Inilah pantai yang sejak zaman Belanda telah menjadi tempat warga Jakarta lari dari penat.
Tsunami setinggi 25 meter yang pernah melanda kawasan ini saat Krakatau meletus pada 1883 nyaris tak terlihat jejaknya selain karang sebesar rumah yang terserak di pekarangan salah satu hotel di sana. Tak banyak pengunjung yang mengenali riwayat batu karang itu yang, menurut catatan Simkin dan Fiske (1983), terbongkar dari bawah laut dan terseret ke pantai karena empasan tsunami.
Bagi Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Provinsi Banten Achmad Sari Alam, Gunung Anak Krakatau dan aktivitas vulkaniknya merupakan aset wisata belaka. "Anak Krakatau itu bukan ancaman, tapi potensi wisata yang dapat dimanfaatkan untuk mengundang wisatawan datang ke Banten, terutama ke kawasan pantai sepanjang Anyer-Carita," kata Achmad.
Pada saat gelombang Selat Sunda tidak tinggi dan cuaca cerah, wisatawan dapat diajak melihat panorama Anak Krakatau lengkap dengan lelehan lava pijar maupun letupan seperti kembang api di malam hari ketika gunung api tersebut sedang beraktivitas vulkanik. "Anak Krakatau sudah masuk ke dalam paket wisata yang ditawarkan bagi turis yang hendak berkunjung ke Indonesia, baik mereka yang datang berwisata melalui Lampung maupun Banten," katanya.
Sekalipun Anak Krakatau terus memberikan peringatan dengan letusan-letusan kecil nyaris sepanjang tahun, nyaris tak ada kekhawatiran bahwa bencana akan mungkin kembali terulang. Cara pikir masyarakat di pesisir Banten dan Lampung itu mengingatkan pada keadaan sebelum letusan Krakatau 1883.
"Memang, setiap orang pernah mendengar cerita tentang letusan di zaman kuno, dan ada orang yang mengamati peta dan beranggapan mereka pernah mendengar cerita ketika Jawa dan Sumatera merupakan satu pulau yang kemudian terbelah menjadi dua akibat peristiwa vulkanik mahadahsyat di zaman dahulu," tulis Winchester. "Sebagian orang waktu itu beranggapan Krakatau sudah lama padam dan tidak lagi berbahaya."
Sejarah seperti berulang. Anak Krakatau bagi kebanyakan orang hanyalah tontonan, dan batu pijar yang kerap dilontarkannya seolah kembang api tahun baru yang sama sekali tidak berbahaya. "Asalkan tak terlalu dekat," kata Achmad. Sungguh, sejarah kehancuran itu sudah terkubur dalam-dalam di benak masyarakat

Baca Selengkapnya ....

Keindahan yg Berbahaya

Posted by Unknown 0 komentar

Cemara laut (Casuarina Sp) dan barisan pohon keben (Barringtonia Sp) yang hijau meneduhkan pedalaman Pulau Rakata. Di tepian pantai, hamparan kangkung laut (Ipomoea pes-caprae) menutupi pasir. Tiba-tiba terdengar suara gemerisik, seekor biawak cepat-cepat menyelusup ke balik semak-semak. Kehidupan sedemikian semarak di pulau itu.
Tidak terbayangkan, 128 tahun lalu, pulau hijau itu merupakan tanah kosong tanpa kehidupan. Di balik pesonanya, pulau terpencil di Selat Sunda itu menyimpan sejarah kelam. Pada 27 Agustus 1883, Krakatau meletus hebat, menyisakan hanya sepertiga tubuhnya yang kemudian dikenal sebagai Pulau Rakata. Tebaran abu, batu apung, dan material lainnya menyelimuti pulau itu dan memusnahkan kehidupan di atasnya.
Namun, justru letusan dan sejarah Krakatau itulah yang menarik orang dari berbagai penjuru dunia untuk datang. Sejak lama letusan Krakatau ibarat magnet yang menyedot pelancong. Bahkan, pada Mei 1883, saat Krakatau pertama kali meletus, serombongan turis yang penasaran datang ke sana dengan kapal pesiar.
Perusahaan Netherland-Indies Steamship Company yang menawarkan "paket wisata" berlayar ke Krakatau dengan kapal uap Governor General Loudon langsung diserbu calon penumpang. Sebanyak 86 penumpang kapal itu dibawa mengelilingi Krakatau, hanya seminggu setelah Krakatau untuk pertama kalinya meletus pada Mei 1883. Bahkan, kapten kapal GG Loudon, TH Lindeman, menyediakan sebuah perahu kecil agar para peserta dapat menjejakkan kaki di Pulau Krakatau yang tengah menggelegak.
"Pemandangan pulau itu fantastis: pulau itu telanjang dan kering, hutan tropisnya yang kaya telah lenyap, dan asap naik dari pulau seperti keluar dari oven," tulis AL Schuurman, yang turut dalam kapal GG Loudon.
Pemandangan asap yang keluar dari puncak di Krakatau dan hutan lebat yang terbakar akibat letusan memesona kalangan kaya Belanda di Jakarta. Kapal GG Loudon pun rutin membawa penumpang melintas di sekitar Krakatau. Bahkan, saat Krakatau akhirnya meletus hebat dan mengirim tsunami pada 27 Agustus 1883, GG Loudon tengah berada di perairan Selat Sunda membawa 111 penumpang. Kapal ini selamat karena nasib baik.
Sebagaimana riwayat pendahulunya, asap dan batu pijar yang dilontarkan Anak Krakatau saat ini juga menjadi atraksi utama wisata. Sejak muncul tahun 1927, Anak Krakatau menjadi primadona di kompleks kepulauan Krakatau. Bahkan, pariwisata di kawasan Pantai Anyer-Carita hingga Lampung tak akan bergairah tanpa daya dukung Anak Krakatau dan aktivitasnya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten Achmad Sari Alam mengatakan, pada saat gelombang Selat Sunda tidak tinggi dan cuaca cerah, wisatawan dapat diajak melihat panorama Anak Krakatau lengkap dengan lelehan lava pijar ataupun letupan seperti kembang api pada malam hari ketika gunung api tersebut sedang beraktivitas.
Samuel (30) dari Italia datang ke pesisir Pasauran, Banten, bersama tiga temannya, termasuk yang tertarik dengan aktivitas Krakatau. Mereka pernah mendengar tentang sejarah kedahsyatan letusan Krakatau dan menghabiskan sekitar dua hari berkeliling di kawasan itu.
"Kami bisa membayangkan kedahsyatan letusan Krakatau. Apalagi, di Italia, kami juga punya gunung-gunung api dengan letusan besar seperti Etna dan Vesuvius yang mengubur kota Pompeii. Di dunia, nama Krakatau tak kalah terkenal," ujarnya.
Tak hanya di Indonesia, keindahan, sejarah, dan fenomena letusannya membuat gunung-gunung api potensial menjadi tujuan wisata di dunia sejak dulu kala. Haraldur Sigurdsson dari Universitas of Rhode Islands dan Rosaly Lopes-Gautier dari Fet Propulsion Laboratory dalam tulisannya, Volcanoes and Tourism, menyebutkan, pada abad ke-17 dan ke-18, para aristokrat mengunjungi Vesuvius dan Etna sebagai paket tur besar.
Di Eropa, Thomas Cook membuka jalur kereta api khusus ke puncak Vesuvius pada tahun 1880 yang banyak mengangkut kaum aristokrat. Jalur tersebut hancur sebanyak tiga kali karena aliran lava dan tidak dibangun lagi setelah letusan tahun 1944. Cook juga menghadapi ancaman dari orang-orang lokal Italia yang selama ini mendapatkan penghasilan dari mengangkut turis ke puncak gunung dengan kursi tandu.
Pelancong mengunjungi gunung berapi dengan beragam alasan, salah satunya ialah menyaksikan dari dekat kekuatan alam. Ketegangan menyaksikan dari dekat gunung api yang sedang meletus menarik jutaan orang tiap tahun untuk mengunjungi gunung-gunung aktif meletus, seperti Kilauea (Hawai), Stromboli (Italia), dan Arenal (Kosta Rika).
Namun, di balik pesonanya, berwisata ke Anak Krakatau tetaplah berbahaya. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengatakan, pada tahun 1980-an, pengajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) dari Amerika Serikat (AS) tewas saat menyaksikan letusan Anak Krakatau.
Oleh karena itu, Ketua Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Anton S Tripambudi mengingatkan agar wisatawan dan nelayan tetap mematuhi imbauan supaya tidak mendekati Anak Krakatau dalam radius 2 kilometer. Batasan jarak ini merujuk pada pengalaman saat Anak Krakatau terakhir meletus bisa melontarkan batu sejauh 1,5 kilometer, yakni sudah mencapai perairan di sekeliling pulau ini. Wisatawan dilarang mendarat ke Pulau Anak Krakatau.
"Untuk kasus Gunung Anak Krakatau (GAK) boleh didarati kalau statusnya aktif normal atau di Level I. Namun, begitu masuk Level II (Waspada), gunung api tidak boleh didekati," kata Anton.
Meski demikian, batas 2 kilometer itu kerap tidak digubris.
"Informasi dari orang-orang kapal, kadang dijumpai ada wisatawan, terutama orang asing, yang mendarat di GAK," kata Anton.
Pada pengujung Agustus 2011 pun terlihat beberapa wisatawan asing yang mendarat dan berkemah di Anak Krakatau meskipun larangan mendekati pulau gunung api itu di radius 2 km masih diberlakukan. Tak hanya itu, beberapa wisatawan lain terlihat berenang di air laut yang hangat.
Bahkan, saat status gunung ini dinaikkan menjadi Siaga (Level III) pada 30 September 2011, pengunjung yang hendak ke Krakatau tak juga berkurang. Aktivitas vulkanik di dalam dapur magma yang sangat tinggi beberapa pekan terakhir juga tak menimbulkan jeri pelancong.
Hayun, pengelola penginapan di Pulau Sebesi, Lampung Selatan, mengatakan, mayoritas wisatawan, utamanya wisatawan asing, yang berkunjung ke tempatnya mengaku tertantang melihat Anak Krakatau saat aktif dari dekat. Mereka tak cukup melihat semburan lava pijar dari kawah Anak Krakatau pada malam hari yang bisa dilihat dari Pulau Sebesi atau kompleks Kepulauan Krakatau.
Padahal, Krakatau sebenarnya tidak hanya keindahan letusan dan riwayatnya yang seram. Di Krakatau, pelancong tidak hanya bisa bertualang dan berkesempatan menyaksikan letusan saat-saat Krakatau memuntahkan isi perutnya, tetapi juga dapat menikmati flora dan fauna yang hidup di kepulauan itu.
Terlebih lagi, gugusan Kepulauan Krakatau yang luasnya 13.605 hektar ini masuk ke dalam kawasan cagar alam dan ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia (1991) dan merupakan laboratorium alam bagi teori suksesi.
Di Krakatau, pelancong bisa belajar bagaimana kehidupan tumbuh berkembang di daratan yang pernah steril dari kehidupan. Pelaku wisata dan pemerintah semestinya bisa cerdas menangkap peluang yang belum banyak tergarap ini

Baca Selengkapnya ....
Trik SEO Terbaru support Online Shop Baju Wanita - Original design by Bamz | Copyright of samsung galaxy battery.